Mengaduk kopi,mengadu sepi
Berkisah lagi tentang patah hati
Semoga pelukanmu kelak akan melengkapi
Dan malam akan semakin menampakkan gelapnya
Bintang selalu menemaninya
Imajinasi liarku makin menjadi
Karena secangkir kopiku telah tersaji
Malam adalah ladang pembantaian abadi
Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi
Yang tak menyisakan apapun selain puisi
Dan bulan adalah cahaya redup
Pada spekulasi hati yang tak menyisakan apapun selain orasi
~irul_codot~
Sabtu, 07 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pilihan untuk memilih
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Mengaduk kopi,mengadu sepi Berkisah lagi tentang patah hati Semoga pelukanmu kelak akan melengkapi Dan malam akan semakin menampakkan gel...
-
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Pada luasnya samudera Dibentangnya langit biru nan menawan Pada tetes air yang menjatuhi pipiku Aku menghela nafas Aku menghentakkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar