Sabtu, 07 Desember 2019

Aku dan Bayangmu

Mengaduk kopi,mengadu sepi
Berkisah lagi tentang patah hati
Semoga pelukanmu kelak akan melengkapi
Dan malam akan semakin menampakkan gelapnya
Bintang selalu menemaninya
Imajinasi liarku makin menjadi
Karena secangkir kopiku telah tersaji

Malam adalah ladang pembantaian abadi
Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi
Yang tak menyisakan apapun selain puisi
Dan bulan adalah cahaya redup
Pada spekulasi hati yang tak menyisakan apapun selain orasi


~irul_codot~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pilihan untuk memilih

Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...