Beberapa waktu berlalu
tapi waktu belum telah usai terlalui
ada mata yang mendatangiku
sesosok wanita hadir disetiap langkahku
yang beberapa waktu selalu menemaniku
entah mengapa kehadirannya membuatku lengah
lengah terhadap sesuatu
disisi lain aku memiliki yang lain
dan bukan dengannya dan bukan untuknya
aku berdosa ya Tuhan.
aku melihat bara dimimpiku
menyala-nyala dan panas sangat
seolah diriku semak belukar terbakar
bibirku bergetar kala berbicara
kata-kata keluar dengan terbata-bata
aku tak kuat untuk berkata
kubiarkan mataku yang berbicara
bahkan suatu saat engkau akan memakiku
kau maki aku menjadi lelaki bangsat
menjadi tega untuk berhianat
dikala waktu itu indah untuk bercinta
tapi bagiku tidak!
kubiarkan bunga cinta itu gugur
kusampaikan kata maaf
bahkan berjuta maaf
sebanyak daun yang jatuh berguguran
tapi dikau masih berlagak acuh
engkau memaafkanku tapi kau tidak melepaskanku
harus kuakui,maafkan aku
kuharus melakukan tega
tega yang seharusnya engkau bersamanya
dan bukan bersamaku
ada yang ingin bersamamu,menunggumu
dan itu bukan diriku
akupun begitu berbalik
ada yang menungguku,setia kepadaku
yang pernah dulu kami berjanji
ikrar akan masa depan bersama
aku takut,sangat takut
bila ada yang merusak
meskipun diriku telah rusak
setidaknya diriku sedikit demi sedikit kuperbaiki
kuperbaiki segala kerusakanku
aku takut Tuhan
aku rindu Tuhan
Dialah segalaku untuk bersamanya
Dialah Kekasihku sebenarnya
Maafkan aku.......
Sabtu, 07 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pilihan untuk memilih
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Mengaduk kopi,mengadu sepi Berkisah lagi tentang patah hati Semoga pelukanmu kelak akan melengkapi Dan malam akan semakin menampakkan gel...
-
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Pada luasnya samudera Dibentangnya langit biru nan menawan Pada tetes air yang menjatuhi pipiku Aku menghela nafas Aku menghentakkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar