embun pagi meneteskan airnya
sejuk udara pagi menyelimutiku
kicauan kenari menemani aroma keheninganku
bunga mawar bermekaran sepanjang jalan rumah
ingin ku beradu pada raga ini
tentang nikmatnya dunia dengan keheningan
dunia tanpa beban dan kegelisahan
Kusesap secangkir kafein dan kuhisap sebatang kretek
kurenungkan dan ingin memberontak
ingin ku beradu pada Tuhan
tentang bagaimana jalanku
jalan hidup dan jalan pulangku
membawa sebongkah dosa untuk jaminan
dosa yang tentu menjadi tiket
tiket yang belum tentu siap kujalankan
Gelisahku tentang dunia fana tiada henti
tak terfikirkan tentang dunia nyata sebenarnya
hanya saja mengikuti skenario Tuhan
kupercaya Tuhan adalah adil
membawa kebahagiaan untukku kelak
......
~irul_codot~
Rabu, 11 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pilihan untuk memilih
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Mengaduk kopi,mengadu sepi Berkisah lagi tentang patah hati Semoga pelukanmu kelak akan melengkapi Dan malam akan semakin menampakkan gel...
-
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Pada luasnya samudera Dibentangnya langit biru nan menawan Pada tetes air yang menjatuhi pipiku Aku menghela nafas Aku menghentakkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar