Aku selalu merenungi kehidupanku
Aku adalah seorang pecundang bumi manusia ini
Mungkin lebih dari itu
Aku seorang anarki penghisap kretek
Penikmat kopi dan pecandu ketinggian
Aku adalah saksi dari kebisuan dunia
Dalam fana diluar kenyataan yang ada
Hidup tak sepenuhnya adil dan tak sepenuhnya andil
Menjadi seorang diri terjebak dalam kedewasaan
Ternyata tak seindah yang terfikirkan dimasa kecil
Penuh kejutan yang sama sekali tak aku inginkan
Tekanan demi tekanan
Banyak masalah didalam kendala
Berakhir tapi tak jua berakhir
Argumentasi demi argumentasi didalam benak fikiranku
Tak lagi layak untuk dimanifestasikan
Dalam bentuk apapun
Sabtu, 14 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pilihan untuk memilih
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Mengaduk kopi,mengadu sepi Berkisah lagi tentang patah hati Semoga pelukanmu kelak akan melengkapi Dan malam akan semakin menampakkan gel...
-
Disudut pandang kota Diujung gelapnya cahaya Aku menatapmu dengan mahligaiku Helaan nafasku seakan tertimbun tanah Sepotong bayangmu memper...
-
Pada luasnya samudera Dibentangnya langit biru nan menawan Pada tetes air yang menjatuhi pipiku Aku menghela nafas Aku menghentakkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar